Dasar Aquascaping : Substrat Untuk Tanaman Aquascape

macam macam substrat

jenis jenis substrat

Dalam dunia aquascaping, ada pilihan yang tak terbatas mengenai substrat akuarium: Anda dapat menggunakan tanah liat, kerikil, pasir, ADA Aquasoil dan banyak lainnya. Di aquascaping substrat yang Anda gunakan akan menjadi dasar untuk hasil akhir Anda. Mengapa?, Anda mungkin bertanya. Oke, mari kita mengajukan beberapa pertanyaan pertama:

Anda ingin menggunakan batu besar yang indah di tangki Anda? Substrat yang baik akan membantu Anda mengatasi stres di kaca, mencegah retak dan membuat batu terlihat lebih natural.

Apakah Anda menginginkan tanaman yang besar, kuat, subur dan ikan yang sehat berenang dengan lincah? Substrat akuarium yang tepat akan membantu Anda memelihara tanaman Anda dan menciptakan keseimbangan kimia yang diperlukan untuk ikan dan tanaman.

Apa yang sebenarnya akuarium substrat lakukan?

Mendukung (supports)

planted aquarium substrat

substrat untuk mendukung tanaman

Substrat akuarium yang baik dan sehat adalah yang halus dan padat, memungkinkan untuk sirkulasi nutrisi yang tepat dan penetrasi akar. Untuk itu Anda harus berhati-hati dengan ukuran dan bentuk partikel substrat ini. Jika partikel terlalu kecil,-tipe tanaman besar (seperti Anubias atau Swordplants) tidak akan bisa mendapatkan pegangan yang baik pada akar mereka dalam substrat dan akan hanyut sangat mudah jika terganggu. Ukuran substrat 2-5 mm dianjurkan di sini.

Jika ukuran substrat terlalu besar, mereka akan sulit mengakar bagi tanaman akuarium berjenis karpet dan kecil (seperti HC Kuba); mereka akan mengakar dengan sangat baik pada substrat dengan ukuran 1-2 mm.
Juga, jika partikel Anda terlalu kasar dan tajam ada kemungkinan akan menyakiti tanaman Anda dan mengiritasi / melukai ikan bertipe bottom (seperti Corydoras).

Memelihara

Nah, seperti tanaman terestrial, tumbuhan air juga mengambil sebagian besar nutrisi mereka melalui akar. Anda akan menemukan banyak kegunaan dan resep untuk membuat substrat akuarium secara benar. Namun, Anda akan membedakan bahwa aquarists akan memilih metode Walstad, atau solusi lengkap (satu substart untuk semua solusi).

Metode Walstad pada dasarnya menciptakan sedekat mungkin kondisi biologis, kimia dan mekanik yang ditemukan di alam. Ini biasanya melibatkan substrat senyawa, seperti tanah liat-tanah-kerikil, di mana salah satu bahan menyediakan filtrasi, dan yang lain memberikan nutrisi dan merupakan rumah bagi bakteri yang berguna untuk memecah detritus menjadi makanan tanaman; dan yang terakhir akan bertindak sebagai bahan penyegel. Bahan penyegel sangat penting, jika tidak tanah akan mencemari air dan menyebabkan ketidakseimbangan air Anda.

Solusi lengkap tidak perlu banyak persiapan dan layering, sederhana saja, cukup menungkan substrat ke tangki. Mereka bekerja sangat baik, tanaman tumbuh sangat cepat dan sehat, namun memiliki kelemahan utama. Sama seperti tanah didalam pot, nutrisi mereka akan habis setelah beberapa bulan dan harus diganti secara berkala. Takashi Amano merekomendasikan pergantian ADA Aquasoil setidaknya sekali setahun (meskipun ada kasus ketika orang mengatakan terus menggunakan substrat untuk 5-6 tahun tanpa penurunan kenyamanan atau kualitas).

Suatu hal yang harus dicari adalah CEC substrat tersebut, singkatan dari Change Exchange Capacity. Mengukur kapasitas substrat akuarium untuk menahan nutrisi dan membuat mereka tersedia untuk akar tanaman.

Menciptakan Keseimbangan

Akuarium substrat dapat menjadi lembam (kerikil, pasir, tanah liat, dll) atau dapat aktif dan langsung mempengaruhi pH dan KH (kekerasan karbonat) dari air Anda seperti fluorit, tanah, hancur karang, gambut, dll.

Misalnya, remukan karang dikenal untuk meningkatkan pH dan KH (sempurna untuk beberapa jenis cichlids atau tangki air asin), sementara peat moss dikenal untuk menurunkan pH.

Ukuran partikel juga dapat mempengaruhi kimia air: partikel besar memungkinkan lebih banyak makanan tidak termakan dan limbah menyelinap, yang mengarah ke pertumbuhan kadar amonia dan nitrit Anda. Substrat halus bisa menjadi kompak, yang mengarah ke daerah yang kekurangan oksigen, meningkatkan pertumbuhan bakteri anaerob dan pembentukan kantong gas hidrogen sulfida (sangat beracun).

Menciptakan Pandangan Estetika

substrat akuarium mempunyai banyak varietas, warna, bentuk dan komposisi; mulai dari yang kelihatan natural sampai yang hidup dan berwarna cerah (tidak disarankan).

Pilihan ini sepenuhnya pada Anda dan preferensi Anda, tetapi Anda mungkin ingin mempertimbangkan beberapa hal, seperti bagaimana substrat gelap akan membuat ikan berwarna terang benar-benar menonjol. Atau bagaimana substrat terang akan membuat ikan berwarna gelap Anda terlihat benar-benar baik dan “memperbesar” tangki yang kecil, menciptakan perasaan ruang yang sempurna untuk aquascapes nano.

Untuk tampilan alami, lakukanlah pengaturan “menurun dalam ukuran” dari substrat akuarium, scaping titik fokus dari tangki (batu, kayu, dll) dengan bahan ukuran besar (2-5 mm) dan ujung-ujungnya dengan kerikil yang jauh lebih kecil (1-2 mm).

Pilihan substrat akuarium apa saja yang ada?

1.substrat akuarium yang digunakan berpasangan dan / atau lapisan

Kerikil, pasir

Substrat akuarium paling umum, mereka memberikan nuansa alami dan punya berbagai ukuran dan warna. Biasanya inert dan dengan CEC rendah.

Remukan Coral, batu kapur, marmer, aragonit Oolitic

Meningkatkan pH dan KH di akuarium; direkomendasikan untuk cichlids Afrika dan tangki air laut (marine akuarium); karena warna cahayanya menunjukkan kotoran yang ada dengan baik sehingga memudahkan untuk menyingkirkan kotoran.

Gambut (materi tanaman yang membusuk)

peat moss

gambut (peat moss)

Melembutkan pH air, CEC baik. Mengandung nutrisi bagi tanaman dan dapat mencegah pertumbuhan ganggang. Membuat akuarium seperti warna teh, karena kandungan tanin yang tinggi.
laterit

substrat berbasis tanah liat dengan jejak sejarah yang baik. Memiliki CEC sangat baik dan sangat kaya zat besi, tapi tidak begitu kaya dengan nutrisi lainnya. Harus dikombinasikan dengan kerikil polos dan dibilas secara menyeluruh sebelum digunakan.

Tanah

Sangat baik untuk pertumbuhan tanaman dengan CEC sangat baik. Jika tidak hati-hati, mungkin menjadi kompak, menciptakan masalah sirkulasi, dan mengubah kimia air. Terbaik digunakan dengan lapisan kerikil atau pasir di atasnya.

2. Substrat tipe satu-lapisan

Onyx

Baik untuk setup air yang keras, memiliki warna hitam yang indah dan mudah untuk ditanami. Memiliki jumlah penyubur yang terbatas (kebanyakan Kalsium dan Magnesium) dan membatasi pilihan tanaman Anda karena kekerasannya. Onyx substrat dengan merek Seachem adalah yang paling terkenal.

laterite

laterite

Tanah liat

Sangat baik untuk penyaringan biologis air; memiliki CEC sangat baik, mengekstrasi amonia dari air dan memberikannya kepada akar tanaman. Tidak memiliki nutrisi yang asli dan dapat menjadi lumpur bila digunakan dalam jangka waktu lama.

Flourite adalah akuarium substrat berbasis tanah liat dengan kandungan zat besi yang tinggi; memiliki nilai gizi sedikit untuk tanaman dan tidak direkomendasikan untuk tanaman dengan akar halus.

CaribSea EcoComplete dan ADA Aquasoil memiliki warna yang sempurna, tekstur dan ukuran butir. Mereka menyediakan nutrisi tingkat tinggi dan kimia air yang sempurna untuk tanaman dan ikan. Mereka bisa hilang dan rusak dari waktu ke waktu (nutrisi dan tekstur), beberapa varietas rusak dan menjadi bubur. Dianjurkan untuk mengganti setiap setahun sekali.

Akadama

Akadama (berarti bola merah) adalah tanah liat vulkanik yang digunakan kebanyakan oleh petani bonsai, tetapi beberapa aquarists telah menggunakannya untuk akuarium substrat juga, karena kemampuannya untuk menahan air dan nutrisi (yang berarti CEC sangat baik). Memberikan sirkulasi air yang sangat baik karena porositasnya dan menurunkan pH dan KH di dalam air.

Bagaimana memasang substrat akuarium

satu lapis layer

aplikasi substrat satu layer/satu lapisan

Subtrat akuarium lengkap hanya dituangkan di dalam tangki dan diatur sesuai dengan selera Anda. Jika Anda menggunakan substrat yng mengandung pupuk seperti ADA Aquasoil Anda akan harus menunggu dua minggu sebelum Anda menambahkan ikan. Pada saat itu level amonia dan nitrit Anda meningkat, membuat air tidak layak huni untuk ikan, tapi cocok untuk pertumbuhan bakteri yang berguna untuk tanaman akuarium. Periode ini biasanya berakhir dalam 1,5 – 2 minggu, tapi pastikan untuk memeriksa kadar amonia dan nitrit Anda sebelum Anda menambahkan ikan di tangki Anda.

substrat akuarium tanpa pupuk, sedikit berbeda dengan substrat komplit
Pertama, Anda gunakan lapisan dengan CEC baik, seperti gambut, tanah atau tanah liat. Kemudian Anda gunakan substrat butiran besar, 3-7 mm, sebagai substrat penyegelan, agar nutrisi tidak melarikan diri di dalam air. Terakhir, diatasnya ditaruh kerikil ukuran kecil (1-2 mm) atau hanya pasir. Ini adalah metode yang cukup murah dan dapat memberikan keseimbangan jangka panjang dalam kimia air dan pertumbuhan tanaman yang sangat baik jika dilakukan dengan benar, mengubah detritus menjadi nutrisi tanaman pada kondisi jangka panjang.

aquascape substrat

aquascape dengan substrat yang melengkapi (aquariumguide.com)

Sebagai kesimpulan, Anda dapat melihat bahwa substrat akuarium memiliki dampak yang besar pada tangki Anda, baik jangka pendek dan jangka panjang. Ini memiliki efek pada tanaman, ikan, kimia air dan keseluruhan desain aquascape Anda. Kami berharap bahwa artikel ini akan membantu Anda membuat keputusan dan membuat aquascape indah yang akan benar-benar Anda nikmati.
Salam Ngobok. Cheers 😀