Sejarah Aquascape dan Takashi Amano

07
Seperti yang telah diketahui aquascape adalah seni menata atau mengatur tanaman di dalam air sehingga menjadi sebuah landskap yang indah yang dilengkapi dengan hadirnya fauna yang cantik. Awal mula aquascape berasal dari Jepang. Seni becocok tanam dalam air ini dikenalkan pertama kali oleh Takashi Amano pada tahun 1990. Siapa Takeshi Amano? Takeshi Amano adalah seorang pecinta aquarium (aquarist). Beliaulah yang membuat seni aquascape menjadi terkenal di seluruh dunia. Ia juga menjadi seorang aquascaper yang paling berpengaruh di dunia. Dimana karya-karyanya menjadi inspirasi bagi banyak aquarist di seluruh dunia.

Teknik aquascape dari Takashi Amano adalah berdasarkan teknik berkebun di Jepang yang meniru pemandangan alam dengan pengaturan asimetris. Teknik dan gaya aquascape seperti ini menjadi teknik yang disukai dan banyak digunakan oleh para aquarist yang lain. Beberapa spesies tanaman yang unik, batu yang dipilih dengan cermat, kayu apung (driftwood) dijadikan perpaduan yang menarik oleh Takashi Amano, biasanya dengan satu titik fokus. Tujuannya adalah untuk membentuk miniatur dari pemandangan alam, bukan sebuah taman yang berwarna warni. Penggambaran gaya aquascape Amano ini berasal dari konsep estetika Jepang yang disebut Wabi-sabi, yang berfokus pada kefanaan dan gaya minimalis sebagai sumber keindahan.

Baca juga: Profil Takashi Amano : Legenda Aquascape

Disamping sebagai seorang aquarist, Amano adalah seorang fotografer dan desainer. Ketertarikannya kepada aquarium mengantarnya mendirikan mendirikan perusahaan di Jepang yang bernama Aqua Design Amano (ADA). Perusahaan ini bergerak dibidang desain dan mengembangkan produk akuarium, pencahayaan dan sistem pasokan CO2. Selain itu Amano adalah pengarang buku Nature Aquarium World, tiga buku seri tentang aaquascaping, tanaman aquarium air tawar dan ikan. Dia juga menerbitkan buku yang berjudul “Aquarium Plant Paradise”.

Sekor spesies udang air tawar dinamakan “udang Amano” atau “udang Yamato” setelah Amano menemukan kemampuan spesies ini untuk makan alga dalam jumlah besar. Amano meminta distributor lokal untuk memesan khusus beberapa ribu udang Amano. Sejak saat itu udang Amano menjadi bagian penting/pokok di dalam hobi akuarium tanaman air tawar.

Berbicara tentang kegiatan fotografinya, sejak tahun 1975, Takashi Amano telah mengunjungi hutan hujan tropis di Amazon, Kalimantan dan Afrika Barat dan hutan yang masih asli di Jepang, dan dia telah bekerja pada serangkaian foto yang berfokus pada “untouched nature” dengan kamera format besar nya. Dia menangkap detail tiap menit dari alam yang ditemukan di lokasi pada film ukuran ekstra besar (hingga 8×20 inci). Karya-karyanya telah diperkenalkan secara internasional melalui beberapa pameran dan publikasi. Amano sekarang mengambil tantangan untuk merekam keindahan alam Jepang dalam format film besar dan mewariskan kepada anak cucu. Dalam beberapa tahun terakhir, Amano telah meberikan kuliah tentang ekspedisi fotografi dan pengalamannya di alam di seluruh dunia, dan ia telah menganjurkan pentingnya program penanaman pohon untuk melindungi lingkungan bumi. Dia adalah anggota dari the Japan Professional Photographers Society, the Japan Advertising Photographers’ Association, the International Environment Photographers Association, and the Society of Scientific Photography.