RIP Takashi Amano (1954 – 2015)

aquarium di rumah Amano (credit foto : hotstyledesign.com)

aquarium di rumah Amano (credit foto : hotstyledesign.com)

Takashi Amano, fotografer, penulis, dan pendiri Aqua Desain Amano, meninggal karena pneumonia pada Selasa 4 Agustus 2015 di Niigata Jepang. Beliau meninggal pada usia 61 tahun.

Amano secara universal diakui sebagai bapak aquascaping modern, mendefinisikan ulang parameter dan ekspektasi dari estetika dan perawatan akuarium. Kepergiannya telah mengejutkan hobi dan industri ini.

Takashi Amano lahir pada tanggal 18 Juli 1954 di Kota Maki, Niigata, dan selama masa kecilnya ia mengembangkan minat dalam hal tumbuhan dan hewan. Saat masih di sekolah, ia terkenal karena studinya melibatkan Macropodus chinensis, ikan surga dari Cina.

Pada tahun 1971, selama masa remajanya, ia memulai proyek akuarium pertama, membangun dan memotret aquascape.

Selama bertahun-tahun aspirasi akuarium Amano harus hidup berdampingan dengan karirnya sebagai seorang pembalap sepeda profesional, olahraga yang ia mulai pada tahun 1974 dan kemudian pensiun pada tahun 1990. Tahun-tahun bersepeda adalah periode berat tapi menguntungkan bagi Amano, dan melalui 1.078 lomba ia memperoleh lebih dari £ 1.000.000 – yang mana banyak ia investasikan kembali ke hobinya terhadap akuarium dan fotografi.

Pada tahun 1977 Amano membuat salah satu terobosan yang terbesar, dan salah satu yang akan mengubah wajah planted aquarium (aquascape) yaitu melalui: injeksi karbon dioksida.

Pencerahan datang ketika ia memutuskan untuk mengambil pendekatan yang lebih serius terhadap pertumbuhan tanaman, ketika ia kebingungan mengapa tank yang lebih tua akan berkembang, sementara set up baru akan berjuang untuk hidup.

Setelah bereksperimen dengan es kering, ia memperhatikan air berkarbonasi dijual diskon ketika sedang minum di bar dengan temannya. Dia kembali ke rumah dengan lima botol yang ia tambahkan ke akuarium, dan ia melihat pembentukan gelembung pada daunnya. Dengan eksperimen ini, Amano telah mengantar dalam era baru injeksi karbon dioksida ke aquascape.

Berikutnya 15 tahun hidupnya dihabiskan menyempurnakan teknik aquascaping nya, berkonsentrasi pada layout dan fotografi. Beberapa karya dari periode ini dapat ditemukan dalam terbitan awal buku-bukunya.

Menggunakan udang.

Takashi Amano mendapatkan kredit dengan memperkenalkan udang air tawar sebagai pembersih akuarium. Spesies andalan, Caridina multidentata, bahkan memakai nama ‘udang Amano’ untuk menghormatinya.

Saat itu di awal 80-an ia mulai percobaan mengontrol alga dengan berbagai spesies udang. Selama beberapa percobaan, salah satu udang yang ditandai sebagai ‘yamato-numaebi’ mendapat peringkat jauh lebih tinggi dibandingkan pesaingnya, dan Amano meminta pemasok untuk mengumpulkan beberapa ribu baginya.

Pemasok awalnya gagal memenuhi permintaan, bersikeras bahwa dia sudah berjuang keras untuk mendapatkan udang tersebut, tapi Amano bersikeras. Beberapa tahun kemudian pada tahun 2006 udang tersebut secara resmi teridentifikasi. Sejak saat itu, udang ini sudah memantapkan dirinya sebagai bagian pokok dalam aquascape, dan menghiasi aquascape di seluruh dunia. Sampai hari ini, tetap menjadi penjualan besar dalam industri ini.

Akar fotografi Amano.

(credit foto :amanotakashi.net)

(credit foto :amanotakashi.net)

Pada tahun 1991, Takashi Amano memenangkan kontes fotografi JPS, dan kemudian gambarnya dipilih untuk pameran publik. Setahun kemudian, fotonya ‘Oniodori’ – submersed image of an Asian wrasse – memenangkan kontes foto alam Fuji Film.

Amano mempunyai spesialisasi dalam fotografi format besar, menggunakan peralatan seperti kamera Deardoff dan Wisner. “Unik” adalah persyaratan untuk film yang tepat yang akan dia cetak dalam lembaran spesial dibuat oleh Fuji – beberapa lembar ini bisa seukuran 8 x 20 inci. Amano menghindari banyak teknik fotografi modern, lebih memilih warna dan tekstur yang disediakan oleh Film.

Karya-karyanya telah banyak ditampilkan di seluruh Jepang, tetapi juga di Qatar dan India, dan pada tahun 2008 ia menunjukkan gambar alam hail jepretannya pada pertemuan puncak G8 di Tokyo, yang dihadiri oleh para pemimpin politik dan ekonomi yang paling penting di dunia.

Karya fotografi membawanya ke berbagai tujuan di seluruh dunia, termasuk Amazon, Afrika Barat dan Kalimantan, dan banyak lainnya.

 Aquascaping guru.

Pada tahun 1992, Dr Herbert R. Axelrod mengatakan bahwa Amano ‘adalah pelukis pemandangan yang menggunakan akuarium sebagai kanvas dan tumbuhan air sebagai tanaman nya. “

Setiap aquascaper modern akan setuju. Amano sepenuhnya merevisi cara aquarists melihat layout mereka. Dia memperkenalkan konsep-konsep seperti pengaturan batu Zen dan Wabi-sabi ke format akuarium, menggunakan batu, kayu dan substrat sebagai karakter utama dalam diorama dari beberapa pengaturan alam, sedangkan ikan, menurut dia adalah sebagai ‘peran pendukung ‘. Itu adalah pandangan kontroversial yang membagi banyak orang di industri antara kubu pecinta ikan dan pecinta lay out, dengan banyak aquarists tampaknya tidak menyadari bahwa mereka bisa memadukan keduanya secara bersamaan.

Konsep-konsep seperti ‘iwagumi’ – tanaman seperti karpet- dan ‘wabi-kusa’ kemungkinan besar masih belum ada kalau bukan karena pengaruh Amano. Adalah Amano yang menciptakan istilah ‘nature aquarium’ untuk menggambarkan tata letak yang mewakili adegan alam liar.

Banyak tanaman akuarium sekarang ini dipertimbangkan untuk menjadi pokok akuarium mungkin tidak akan pernah diambil tanpa petunjuk Amano. Riccia, Glossostigma, Hemianthus dan puluhan lainnya dibayangkan bisa tetap menjadi tumbuhan biasa tanpa popularitas jika tidak dibawa Amano kepada mereka.

Pada tahun 1992 ia mendirikan Aqua Desain Amano (ADA), sekarang produsen peralatan aquascape dunia paling terkenal dan pemasok tank aquascaping premium serta aksesoris.

Pada tahun yang sama Amano menerbitkan buku pertamanya – ‘Glass no Naka no Daishizen’ di Jepang, sebuah karyanya didunia aquascaping.

Banyak buku diterbitkan, termasuk ‘Nature Aquarium World’ pada tahun 1994. Sampai hari ini, publikasi ini dianggap oleh banyak orang dalam aquascaping untuk menandai tanggal kelahiran fenomena aquascaping Barat. Melalui itu, Amano membawa ke khalayak yang penasaran tentang konsep tanaman karpet dan udang sebagai pembersih, serta penggunaan karbon dioksida. Seluruh generasi aquarists segera langsung ketagihan.

Pada tahun 1996 ia menerbitkan volume dua dan tiga dari ‘Nature Aquarium World’, memantapkan posisinya di persepsi publik sebagai pelopor utama aquascaping. Jika menemukan buku-buku ini harganya masih selangit dan terus menginspirasi aquarists.

Pada tahun 2001, Takashi Amano mendirikan the International Aquatic Plants Layout Contest (IAPLC), secara luas diakui sebagai kontes aquascaping yang terbesar dan paling bergengsi di dunia, dengan hadiah uang tunai bagi pemenang dan runner up. Kompetisi ini mengungkapkan populasi global dari ribuan aquascaper yang kompetitif, dan terus berlanjut sampai hari ini.

akuarium alam terbesar di dunia (credit foto : advancedaquarist.com)

akuarium alam terbesar di dunia (credit foto : advancedaquarist.com)

Takashi Amano terus bekerja sampai akhir hidupnya. Tahun ini, setelah diundang dari akuarium Oceanario de Lisboa (Lisbon) di Portugal kembali pada tahun 2013, ia mengawasi desain dan instalasi akuarium alam terbesar di dunia, 40m panjang, 160.000 liter tangki berbentuk ‘U’, yang selesai pada April. Mengandung 4 ton pasir, 25 ton batuan vulkanik, 8 ton aquasoil, 2 ton cabang kayu, dan lebih dari 46 spesies tanaman, ditambah 40 spesies ikan yang berbeda, sejauh ini merupakan pekerjaan yang paling mengesankan dari karir panjang dan setia Amano.

Dunia aquascaping bersatu dan berkabung atas meninggalnya Amano, dengan rasa hormat menyebut beliau sebagai ‘master’ atau ‘sensei’.

Aquascaper Inggris George Farmer menulis: “Takashi Amano seorang diri adalah alasan saya mencintai pekerjaan dan hobi saya begitu banyak. Aku ingat dengan jelas saat pertama aku melihat karyanya di Nature Aquarium World Book One dan itu seperti pencerahan bagi saya. Saya tahu sejak saat itu apa yang ingin saya capai dan hal ini memicu perjalanan saya yang luar biasa di dunia aquascaping.

Dia mengubah persepsi saya di akuarium, dari kotak kaca yang memelihara ikan, menjadi karya seni. Aku tidak bisa mengucapkan cukup terima kasih untuk inspirasi dan sukacita yang telah ia bawa ke dalam hidup saya. Saya sangat sangat sedih bahwa saya tidak akan pernah bertemu dia dan berterima kasih padanya secara personal.

Dunia telah kehilangan seorang seniman brilian tapi karyanya tetap hidup melalui para aquascaper yang tak terhitung jumlahnya yang telah terinspirasi oleh dirinya. Istirahat dalam damai, Mr Amano. Terimakasih untuk semuanya. 🙂