Pentingnya CO2 di Aquascape

CO2 Pada Aquascape

Karbon dioksida (CO2) adalah salah satu nutrisi paling penting yang diperlukan tanaman untuk tumbuh. Karbon adalah salah satu unsur mendasar dari semua kehidupan di Bumi, termasuk dunia bawah air. Mengetahui bagaimana kehadiran CO2 dalam akuarium mempengaruhi proses aquascaping, jenis sistem CO2 yang harus digunakan untuk aquascape Anda, serta tips dan trik yang berguna tentang cara mengeluarkan potensi terbaik dari tanaman Anda menggunakan CO2. Kesemuanya akan dijelaskan dalam artikel ini.

co2 systemMengapa CO2 Begitu Penting di Aquascaping?

CO2 mendapatkan pemberitaan buruk di media hari ini. Kita selalu mendengar tentang pemanasan global dan kerusakan lapisan ozon, tetapi juga penting untuk diingat bahwa tanaman membutuhkan CO2 untuk hidup. Tidak terkecuali tanaman aquascape juga mengikuti aturan ini. Tanaman menggunakan proses fotosintesis untuk mengubah air, CO2 dan cahaya menjadi gula dan oksigen. Proses ini ditambah dengan respirasi merupakan dasar kehidupan di bumi. Tanpa fotosintesis, tanaman tidak dapat menghasilkan gula yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan akar dan daun baru.

Aquascaping yang sukses adalah tentang tanaman yang sehat dan tumbuh maksimal. Anda dapat memutuskan tanaman apa yang Anda ingin gunakan dalam aquascape Anda, tetapi CO2 adalah yang menentukan seberapa baik tanaman tersebut dapat tumbuh dan berkembang seiring waktu.

Ada 3 jenis sumber daya paling penting yang harus berikan ketika berhadapan dengan aquascape:

  1. Cahaya
  2. CO2
  3. Nutrisi Mikro dan Makro

Nutrisi mikro dan makro biasanya dipasok dari limbah ikan dan penggunaan pupuk, tapi bagaimana dengan cahaya dan CO2? Bagaimana kedua sumber daya alam tersebut berhubungan satu sama lain dan bagaimana kita memastikan bahwa kita menciptakan keseimbangan yang tepat antara mereka?

Alasan utama CO2 sangat penting bagi tanaman berdasarkan pada kenyataan bahwa mereka terlibat dalam proses fotosintesis – mengubah cahaya menjadi energi. Definisi yang lebih luas tentang fotosintesis adalah sebuah proses yang digunakan oleh tanaman untuk mengkonversi energi cahaya (biasanya dari matahari) menjadi energi kimia yang nantinya dapat digunakan sebagai sumber makanan. Makanan ini diwakili oleh molekul karbohidrat (seperti gula), yang disintesis dari CO2 dan air. Setelah proses ini, oksigen dilepaskan sebagai produk limbah (yang bermanfaat bagi ikan dan invertebrata).

Tentu saja, agar fotosintesis dapat terjadi, intensitas cahaya harus mencapai batas tertentu. Tidak hanya itu, dengan memberikan lebih banyak cahaya, fotosintesis akan jauh lebih cepat sehingga tanaman akan tumbuh pada kecepatan yang lebih tinggi. Anda harus berhati-hati meskipun tingkat cahaya tinggi tetapi tidak cukup CO2 maka akan mengakibbatkan alga berkembang.
Pada tingkat tertentu CO2 selalu ada dalam akuarium dikarenakan ikan menghembuskan napas melalui proses respirasi, tapi itu tidak cukup. Jika kita ingin mencapai tingkat pertumbuhan tanaman yang subur maka kita harus menambahkan peralatan CO2 kedalam tangki.

Telah diketahui bahwa tanaman lebih menyukai lingkungan dengan konsentrasi CO2 terlarut, yaitu sekitar 10-15ppm (part per million). Sangat penting untuk menjaga nilai tersebut secara konstan sebisa mungkin karenai jumlah CO2 terlarut dalam kadar tinggi dapat membahayakan ikan dan invertebrata lainnya di akuarium (jika Anda menjaganya tetap di bawah 30 ppm akuarium akan tetap aman).

Penipisan CO2 dapat menyebabkan berbagai masalah dalam aquascape. Yang terutama adalah pertumbuhan tanaman terhambat dan daun serta batang akan rontok. Jika tingkat CO2 yang rendah terus berlanjut dapat menyebabkan kematian tanaman di dalam tangki. Tanaman juga bisa mulai mendapatkan deposit zat kapur pada daun mereka. Karbon dioksida terlarut menjadi asam karbonat dalam air, sehingga dengan tingkat CO2 yang tipis maka pH tangki akan naik. Ini memiliki konsekuensi serius terhadap ikan seperti terhadap tanaman. Baik ikan dan tanaman akan memiliki peningkatan kerentanan terhadap penyakit pada tingkat pH yang semakin tinggi. Akhirnya ada ketakutan tentang pertumbuhan alga dengan tingkat CO2 yang semakin rendah, yang pada gilirannya dapat menyebabkan banyak masalah lain termasuk keracunan amonia.

Menambahkan CO2 ke Tangki Aquascape

Sejak awal pertengahan tahun 90-an, praktik injeksi CO2 di aquascape telah lama terjadi. Saat ini hampir setiap toko akuarium memiliki berbagai peralatan CO2 dan banyak orang yang menggunakannya untuk aquascape mereka.

Ada banyak cara untuk menambahkan karbon dioksida ke tangki Anda. Secara luas dibagi ke dalam dua kategori: injeksi gas atau injeksi cair, yang tersedia secara luas di hampir semua spesialis akuarium. Karbon dalam bentuk gas dapat diberikan dalam tiga cara: berbasis ragi, sistem bertekanan dan aerosol (CO2 alternatif yang murah yang hanya berguna untuk tank lebih kecil).

Berbasis Ragi (CO2 DIY atau BIO CO2) adalah cara yang paling efisien dan tak terkendali mendapatkan CO2 ke aquascape. CO2 adalah produk sampingan dari proses fermentasi tetapi hanya menyediakan pasokan yang tidak konsisten. Anda mungkin berpikir DIY – pastilah lebih murah, ini menghasilkan hal yang sama seperti sistem bertekanan, tapi Anda hanya perlu gula, ragi dan air. MEMANG lebih murah, namun prosesnya merepotkan, dengan mudah dapat menghasilkan keribetan.

Takaran tergantung pada ukuran akuarium Anda, CO2 tidak diinjeksikan ke dalam akuarium melalui diffuser, tetapi langsung ke dalam air (karena tekanan yang rendah/kurang), Anda harus mensetting semua sistem sendiri, ini adalah dua faktor penting yang harus Anda pikirkan dua kali sebelum mencobanya. Selain itu adanya fakta bahwa sistem perlu diganti setiap beberapa minggu sekali.

Tetapi jika Anda ingin mencobanya, berikut adalah video yang bagus yang menunjukkan bagaimana membangun sistem tersebut:

Sistem CO2 bertekanan mungkin pilihan yang terbaik dan termudah untuk memberikan CO2 di aquascape Anda, dapat diandalkan dan konsisten meskipun mereka sayangnya jauh lebih mahal. Sistem seperti ini memungkinkan Anda untuk mengontrol output CO2, meningkatkan kesempatan Anda untuk mendapatkan potensi terbaik dari tanaman Anda.

Komponen dari Sistem CO2 bertekanan

CO2 silinder – mengandung CO2 cair dengan tekanan tinggi, mempunyai berbagai ukuran (dari 0,5 liter hingga 10 liter). Cukup mahal tetapi sangat murah untuk biaya isi ulangnya. Hati-hati dengan silinder tersebut dan pastikan untuk selalu menangani mereka dengan hati-hati karena ini bukanlah sesuatu yang main-main. CO2 adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau yang dapat menjadi racun dalam konsentrasi tinggi.CO2 silinder
Pressure regulator – memungkinkan Anda untuk mengatur tekanan sesuai output CO2 yang diinginkan, biasanya memiliki 2 indikator pengukur tekanan, satu menunjukkan tekanan di dalam silinder dan lainnya membaca tekanan output.pressure regulator
Needle valve – Memiliki fungsi tunggal mengatur aliran CO2 secara tepat, biasanya disertakan dengan regulator CO2.needle valve
Bubble counter – berfungsi persis seperti namanya, menghitung jumlah gelembung CO2 yang masuk ke tangki aquascape Anda.bubble counter(1)

Jenis-jenis sistem difusi CO2
• CO2 glass diffuser with ceramuc disc – ini membantu dalam memecah gelembung besar CO2 menjadi gelembung kecil yang sangat halus yang lebih efisien menyebar ke dalam air akuarium.co2 ceramic diffuser
• CO2 diffusion reactor – melarutkan gas CO2 dalam air akuarium tanpa kehilangan gas CO2. Bila Anda menggunakan ini Anda tidak akan membutuhkan bubble counter.co2 reactor
• CO2 external inline reactor – jenis reaktor yang sangat efisien yang menghubungkan ke filter eksternal Anda. Ketika gelembung CO2 mencapai bagian dalam reaktor, dipecah secara konstan sampai benar-benar larut ke dalam air.co2 external inline reactor
Solenoid valve – ini adalah bagian dari peralatan CO2 yang memungkinkan gas mengalir atau tidak mengalir. Cara yang paling umum menggunakan solenoid valve adalah dengan cara menghubungkannya ke timer yang biasa digunakan pada lampu. Alasan di balik penggunaan alat ini adalah bahwa tanaman tidak menggunakan CO2 ketika tidak ada cahaya yang tersedia, sehingga mematikan pasokan CO2 pada malam hari bisa mencegah penumpukan konsentrasi tinggi di pagi hari.selonoid valve
pH controller (dengan pH elektroda) – peralatan pengukuran CO2 yang utama untuk akuarium aquascape Anda. Perangkat ini secara elektronik mengukur nilai pH dalam akuarium secara terus menerus (dengan bantuan elektroda pH) dan juga mengontrol pasokan CO2 secara otomatis melalui katup solenoid CO2.ph controller
Ada beberapa keuntungan tambahan memiliki sistem CO2 bertekanan. Seperti yang disebutkan sebelumnya CO2 berbentuk asam karbonat ketika terlarut. Mempertahankan tingkat CO2 Anda membantu Anda untuk menjaga tingkat pH Anda juga. Melacak elemen yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang akan lebih mudah dalam kondisi pH yang tepat. Selain untuk menghindari penumpukan/deposit kapur pada daun.
Tidak ada perangkat untuk mengukur kadar CO2 di akuarium. Namun karena sifat antara pH, kekerasan karbonat dan tingkat CO2 adalah mungkin untuk saling berhubungan, level CO2 di akuarium Anda menggunakan grafik seperti ini:CO2 tabel
Nilai pH dan KH mudah diukur dan sudah tersedia dari sebagian besar perusahaan aquatic. Ini bukanlah cara yang paling akurat untuk mengukur tingkat CO2 karena ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil seperti fosfat dan nitrat. Cara kedua untuk mengukur tingkat CO2 adalah dengan menggunakan drop checker. Cara ini memiliki keuntungan untuk dapat diukur setiap saat. Selain itu fosfat tidak berpengaruh pada pembacaan.
Karbon dioksida dalam bentuk cair seperti pupuk, dapat diberikan langsung ke dalam tangki. Mereka semua pada dasarnya sangat mirip dan mengandung bahan aktif yang sama. Dibandingkan dengan injector gas karbon, cairan tidak efisien sehingga pertumbuhan tanaman memakan waktu lebih lama. Namun mereka jauh lebih murah dan bagus untuk akuarium kecil. Mereka juga memiliki efek positif terhadap penipisan CO2 dan mencegah pertumbuhan alga.

Apapun sistem CO2 yang Anda pilih untuk aquascape Anda, ingat bahwa tanaman Anda memiliki kebutuhan lain juga, seperti jumlah yang tepat cahaya, metode pemupukan yang efisien, sirkulasi air akuarium yang baik dan pilihan substrat yang cocok. Selamat memilih sistem CO2 yang cocok untuk aquascape anda.