Pencahayaan Dalam Aquascape

pencahayaan aquascape

Pencahayaan dalam membuat suatu aquascape adalah mutlak. Cahaya digunakan sebagai pengganti sinar matahari untuk proses fotosintesis sehingga tanaman dapat tumbuh. Cahaya dalam aquascape dihasilkan dari lampu yang kapasitasnya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kedalaman akuarium. Dalam seni aquascape pencahayaan bukan hanya sekedar terang saja tapi bagaimana menjangkau seluruh area akuarium dan memberikan efek yang baik.

Untuk sumber cahaya biasanya menggunakan lampu neon, LED, dan metal halide. Untuk pemasangan lampu neon biasanya diletakan sekitar 10cm dari permukaan air. Sedangkan LED dan metal halide diletakan sekitar 30cm dari permukaan air. Kenapa tidak menggunakan sinar matahari langsung? Dikarenakan bila menggunakan sinar matahari langsung akan membuat akuarium mudah berlumut.

Baca juga: Mengenal lampu aquascape

Untuk durasi penyinaran lampu biasanya minggu awal sekitar 5jam per hari, setelah itu minimal penyinaran adalah 8 – 10 jam tergantung kebutuhan tanaman. Bila tanaman kurang penyinaran maka pertumbuhan akan terhambat, kerdil dan tidak sehat, sedangkan bila durasinya terlalu lama akan tumbuh alga/lumut sehingga daun-daun tanaman menjadi kusam tertutup lumut. Untuk pemula disarankan pada waktu mendesain aquascape menggunakan tanaman yang membutuhkan pencahayaan minim (low light). Seperti moss, rhizome, fern dan stem plant. Tidak disarankan menggunakan tanaman berdaun warna merah atau pink karena pasti kebutuhan cahayanya tinggi. Jika tidak tepat maka daunnya akan rontok dan warna merah/pink tidak akan muncul, jika muncul daun baru maka akan berwarna hijau.

Untuk menentukan jumlah kebutuhan cahaya didalam akuarium digunakan suatu rumus berdasarkan pada jenis tanaman dan ukuran akuarium. Jika akuarium menggunakan tanaman yang butuh pencahayaan tinggi maka digunakan rumus kadar cahaya tinggi. Begitu pula jika tanaman low light maka rumus yang digunakan adalah rumus kadar cahaya rendah.

Untuk tanaman dengan kadar cahaya rendah paling mudah membuat pencahayaannya. Tanaman jenis ini dapat tumbuh di tempat yang teduh atau tanpa terkena sinar matahari langsung. Karena tidak sulit dan hanya butuh sedikit lampu jenis ini cocok untuk pemula. Perhitungan rumus untuk akuarium dengan tanaman low light adalah sebagai berikut:

ukuran lampu (watt)=(panjang x lebar x tinggi)/y

y = faktor pembagi, low light = 5000, medium light = 2500, high light = 1250

Contoh:

Sebuah akuarium berukuran 30 x 20 x 25 (cm), maka besaran lampu yang dibutuhkan adalah :
(30 x 20 x 25)/5000=3 watt
Untuk kebutuhan cahaya tersebut bisa menggunakan 1 neon berukuran 5watt.
Untuk kadar cahaya medium menggunakan rumus sama seperti diatas Cuma faktor pembaginya bukan 5000 tetapi 2500. Jadi jika akuarium pada contoh menggunakan tanaman kadar cahaya medium maka lampu yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
(30 x 20 x 25)/2500=6 watt
Maka untuk kebutuhan cahaya menggunakan lampu ukuran 8 watt.
Sedangkan pada tanaman dengan kadar cahaya tinggi perhitungannya sebagai berikut :
(30 x 20 x 25)/1250= 12 watt
Maka untuk kebutuhan cahaya bisa menggunakan lampu neon ulir 13 watt.

Rumus diatas lebih diperuntukan untuk penggunaan lampu T5 fluorescent (CFL) atau biasa kita kenal dengan “lampu hemat energi”. Jika menggunakan lampu LED maka perhitungannya sedikit berbeda. Lampu LED mempunyai efisiensi yang lebih baik dibanding T5 fluorescent sehingga jumlah watt yang diperlukan lebih sedikit. Untuk lampu LED jumlah watt yang diperlukan cukup sepertiga dari rumus diatas. Oke demikian tadi bagaimana menentukan jumlah cahaya yang dibutuhkan oleh akuarium semoga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendesain pencahayaan aquascape.