Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Membuat Aquascape.

kesalahan dalam aquascape

Aquascape adalah hobi yang mengasyikan dan cenderung mudah. Beli peralatan dan bahan tata sana tata sini, isi air dan sim salabim gagal, ups. Ada pertanyaan umum yang sering ditanyakan. Seperti “kok ikan saya mati ya?”, “kayu saya kok tumbuh putih gitu ya?”, “tanaman saya kok daunnya rontok dan warnanya pudar ya?” dan berbagai pertanyaan lainnya. Ada beberapa kesalahan yang kelihatannya sepele tapi bisa mempengaruhi keberhasilan anda dalam membuat aquascape.

Kesalahan – kesalahan yang sering terjadi antara lain :

1. Pemula membeli tanaman yang high maintenance.

Sebagai pemula kadang dalam membuat aquascape kita tidak memperhatikan tanaman apa yang kita beli, asal kelihatan bagus, daunnya berwarna merah atau pink, dan lain sebagainya. Jarang kita perhatikan kebutuhan dari tanaman itu apa saja, apakah lowlight, mediumlight atau bahkan highlight. Butuh CO2 atau tidak. Jadi kadang tangki dengan low spec tanpa CO2 dan cahaya lampu yang redup membeli tanaman dengan kebutuhan yang tinggi. Makanya wajar jika tanaman akan layu, pertumbuhan kerdil, daun rontok, warna yang semula merah jadi hijau. Jadi untuk pemula disarankan terlebih dahulu memakai tanaman yang mudah perawatannya.

2. Langsung mencampur ikan setelah aquascape diisi air.

Pada minggu awal setelah aquascape jadi ekosistem belum terbentuk sehingga parameter airpun belum stabil. Akibatnya bila dimasukan ikan bisa menyebabkan ikan stress atau bahkan keracunan sehingga si ikan akan mati.

3. Memasukan kayu tanpa direbus.

Kayu / driftwood yang biasa kita beli di tukang aquarium atau kita cari di sungai kadang masih ada tanin atau getah kayunya. Bila langsung dicampur akan membuat air menjadi kuning. Untuk mengatasi hal itu kayu biasanya direbus dahulu sebelum dimasukan ke akuarium. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan getah kayu yang masih ada di dalamnya.

Baca juga:

Cara mengatasi alga dalam akuarium

Pencahayaan dalam aquascape

Cara merawat dan membersihkan filter

Pentingnya CO2 pada aquascape

4. Lampu dibiarkan menyala 24jam.

Seperti halnya kita yang mengenal siang dan malam, aquascape adalah sebuah ekosistem juga yang menngenal siang dan malam. Dimana siang digunakan tumbuhan untuk berfotosintesis dan malam digunakan untuk beristirahat. Jadi fungsi dari lampu adalah seperti pengganti matahari membantu proses fotosintesis. Dan seperti di alam fotosintesis tidak 24jam bukan? Hehe.

5. Air yang keluar dari filter seperti air terjun.

Kelihatannya indah ya punya filter seperti air terjun, tetapi justru disitu kesalahannya. Riak yang ditimbulkan dari air terjun akan mengurangi kadar CO2 dalam air sehingga air cepat miskin CO2. Padahal CO2 dibutuhkan tanaman untuk proses fotosintesis. Efeknya fotosintesis tidak maksimal.

6. Langsung menuang air ke gravel / substrate tanpa dilapisi piring plastik.

Ini kelihatannya mudah, cuma mengisi air. Tapi terkadang para pemula lupa sehingga hasil kerja anda akan sia-sia. Substrate menjadi berhamburan, tidak tertata dan air menjadi keruh. Akibatnya harus menata ulang substratenya.

7. Membeli ikan yang mempunyai sifat perusak.

Ini juga sepele tapi penting. Jangan membeli ikan yang memakan tanaman atau senang menggali / merusak gravel. Akbatnya tanaman anda bisa habis atau substrate anda rusak.